After receiving a positive feedback in its the last year debut, Omnispace again presents OPEN PO project at the Art Jakarta 2019. OPEN PO is an alternative model for artworks selling, adapting e-commerce platform in selling t-shirts and other goods.

Open PO requires a collector to pay an advance fee to the artist before the artwork is produced. In this project prospective buyers or collectors are given the freedom to transact with selected artists and express their special requests related to the work to be collected. This project keep off the conventional artworks production-consumption which is usually present through an exhibition mechanism, where the finished artwork is exhibited before the transaction is carried out. The transactions also condition the artists to negotiate with these collectors with the determined time and production costs without compromising their idealism.

In short, this project seeks to find the most efficient way of selling works, as well as to benefit artists and collectors. Artists do not need to spend large money to produce works. Collectors can interact and negotiate with artists to get the desired artworks. In another perspective, this project wants to show and examine to the extent to which the idea of creation by artists survives and negotiates in the midst of the circulation of knowledge and interests in the contemporary art world.

E-commerce platform also inspires us, that every transaction process has the opportunity to bringabout equal dialogue between producers and consumers, sellers and buyers. We think it is also possible to apply to present that kind of dialogue in selling artworks. Thus, we create transaction platform that allows as many as possible discussions about meaningful work ideas and execution of works which involving technical matters between artists and prospective collectors. We see this as a new possibility for art appreciation, especially in Indonesia.

Omnispace invited a number of artists who are based in Bandung, Jakarta and Bali to make a design or sketch work that will be offered to prospective collectors. After going through the negotiation and transaction stages, the design will be transformed into a work that will be collected. Omnispace will continue to explore new possibilities in the development of OPEN PO, in the
context of creation-appreciation and production-consumption intervention of contemporary art.

 

Setelah mendapatkan tanggapan positif pada penyelenggaraan perdananya tahun lalu, Omnispace menyelenggarakan kembali proyek seni OPEN PO pada perhelatan Art Jakarta 2019. OPEN PO merupakan model alternatif penjualan karya seni rupa, mengadaptasi penjualan kaos atau barang lainnya dalam platform perdagangan elektronik (e-commerce).

Open PO mensyaratkan seorang calon kolektor untuk membayar uang muka kepada seniman sebelum karya seni diproduksi. Dalam proyek ini calon pembeli atau kolektor diberi keleluasaan untuk bertransaksi dengan para seniman dan mengungkapkan permintaan khusus mereka terkait karya yang akan dipesan dan dikoleksi. Maka, proyek ini menjauhi proses produksi-konsumsi karya seni konvensional yang biasanya hadir melalui mekanisme pameran, di mana karya seni yang sudah jadi dipamerkan dahulu sebelum transaksi dilakukan. Transaksi-transaksi juga mengondisikan para seniman untuk bernegosiasi dengan para kolektor ini dengan waktu dan biaya produksi yang telah ditentukan tanpa mengorbankan idealisme berkarya mereka.

Singkatnya, proyek ini berusaha menemukan cara yang paling efisien dalam penjualan karya, serta menguntungkan seniman dan kolektor. Seniman tidak perlu mengeluarkan modal yang besar untuk memproduksi karya. Kolektor pun dapat berinteraksi dan bernegosiasi dengan seniman demi mendapatkan karya yang diinginkan.

Lebih jauh, proyek ini ingin memperlihatkan dan menguji sejauh mana gagasan penciptaan karya seniman muncul, bertahan dan bernegosiasi di tengah sirkulasi pengetahuan dan kepentingan dalam medan seni rupa kontemporer.

Platform perdagangan elektronik juga memberi kami inspirasi dalam hal lain. Bahwa proses transaksi memungkinkan untuk menghadirkan dialog yang setara di antara produsen dan konsumen, penjual dan pembeli. Hal ini menurut kami juga memungkinkan diterapkan pada proses transaksi penjualan karya seni. Maka, platform transaksi yang kami buat sebisa mungkin melibatkan perbincangan perihal gagasan kekaryaan yang bermakna dan eksekusi karya yang melibatkan hal-hal teknis di antara seniman dan calon kolektor. Kami melihat hal ini sebagai kemungkinan baru bagi apresiasi seni rupa, khususnya di Indonesia.

Omnispace mengundang sejumlah seniman yang berdomisili di Bandung, Jakarta dan Bali untuk membuat rancangan karya yang akan ditawarkan kepada calon kolektor dalam proyek ini. Setelah melalui tahap negosiasi dan transaksi, rancangan tersebut bakal diwujudkan menjadi sebuah karya yang akan dikoleksi.

Omnispace akan terus menjelajahi kemungkinan-kemungkinan baru dalam penyelenggaraan OPEN PO, dalam konteks mengintervensi sirkulasi penciptaan-apresiasi maupun produksi-konsumsi seni rupa kontemporer.